Artikel

Rabu, Jam: 10:00:18 WIB By admin Dibaca 1

Penderita TBC Masih Tinggi (90 Persen TBC Menyerang Paru)



 



                                                                       dr Aziza Ghanie Sp.Rad



 



Tuberculosis (TB atau TBC) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang di sebabkan oleh infeksi kuman mikobakteriium tubercolosis,yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelejar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak.



 



TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit inveksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehinggah memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering meng-infeksi organ paru-paru, 90 persen dibandingkanbagian lain tubuh manusia.” Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu Negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tubercolosis ini pun tinggi.



 



Indonesia berada di peringkat keempat dengamn penderita TBC terbanyak setelah India, China, dan Afrika berdasarkan data WHO tahun 2013. Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam,tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, bisanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersipat hilang timbul. “Gejala lain, penurunan napsu makan dan berat badan,batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), persaan tidak enak (malaise), dan lemah, untuk memastikan seseorang kena TBC atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara milrokopis langsung (BTA) dan gambarahn radio logis (foto Rontgen).



                      Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru atau dada, lalu dapat meminta oen=meriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboraturium untuk dahak dan darah, juga tes tuberculin  (mantoux / PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan paling sedikit 3 macam obat. Kondisi ini diperlukan ketekunan dan disiplinan dari pasien untuk meminum obat dan control ke dokter agar dapat sembuh total.”Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan control ke dokter. Jika pengobatan TBC tidak tuntas, ini dapat berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mepan pada kuman TBC (resisten).”Ini harus di hindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.



Gejala TBC



 




  1. Dahak bercampur darah/ batuk darah

  2. Sesak napas dan nyeri pada dada

  3. Demam / meriang lebih dari sebulan

  4. Berkeringat pada malam hari tampa penyebab yang jelas

  5. Badan lemah dan lesu

  6. Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan.



 



  Pencegahan TBC




  1. Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif

  2. Menjaga standar hidup yang baik dengan makanan bergizi, lingkungan yang 



sehat, dan berolahraga




  1. Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih   



berat).Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita




  1. Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati



dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan



menjaga kesehatan tubuhnya.



 



RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..


Share