Artikel

Rabu, Jam: 08:08:15 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



Pengawet Bisa Picu Kanker Bila melebihi Ambang Batas



Yenita DCN MPH RD, Ahli Gizi Klinik RSMH



 



Konsumen patut mewaspadai kue basah maupun kue kering yang dijual di pasar. Sebab, indikasi penggunaan bahan pengawet ke dalam makanan tersebut tetap ada, apalagi jika kue itu bisa bertahan lama. Yenita DCN MPH RD, Ahli Gizi Klinik RSMH, menjelaskan bahan pengawet biasa digunakan agar makanan tidak cepat rusak, jamuran, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, kata dia penggunaan beberapa bahan pengawet dalam kue boleh saja selama kadarnya sesuai dengan aturan pakai. “Baca label yang tertera pada kemasannya dan yang sudah ada izin BPOM,” ujarnya lagi.

Diakuinya, beberapa bahan pengawet yang lumrah digunakan pada kue seperti emulsifier, benzoat, potasium sorbet, sodium, dan calsium propionat. Fungsi utamanya memperpanjan masa penyimpanan kue ataupun minuman karena bisa menghambat pertumbuhan jamur dan mikroorganisme penyebab basi.

Pada semua kue basah dapat digunakan sodium propinate, sementara kue kering memakai calsium propinate. “Pabrikan biasa gunakan itu. Tapi kalau untuk konsumsi sendiri atau untuk Hari Lebaran, tidak usah pakai pengawet. Cukup gunakan garam dan gula saja sebagai pengawetnya,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan bahan pengawet kue tak boleh lebih dari 0,5 persen dari total berat kering keseluruhan bahan. Misalnya untuk membuat bolu dengan berat bahan 500 gram, maka sodium propinate yang dijinkan hanya 2,5 gram. “Penggunaan pegawet makanan harus hati-hati, karena semua pengawet tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi terus menerus atau rutin dalam waktu yang lama,” sebutnya. Dampaknya, kata dia, bisa memicu kanker, hipertensi, gagal ginjal, jantung, diabetes melitus, dan lain sebagainya



(Humas RSMH)


Share