Artikel

Rabu, Jam: 08:09:40 WIB By admin Dibaca 1

Penuhi Kebutuhan Gizi Bayi



, Yenita DCN MPH RD ( Ahli Gizi RSMH)



 



 HUMAS RSMH  – Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) boleh mulai diberikan diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Itu karena kebutuhan gizi bayi sudah mulai meningkat. Tujuan MP-ASI yaitu memenuhi kebutuhan zat gizi, untuk membantu ASI tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan, dengan berbagai rasa dan bentuk.





“Selain itu juga mengembangkan kemampuan bayi mengunyah dan menelan, mencoba adaptasi terhadap makanan mengandung energi tinggi,” kata Ahli Gizi Klinik dari RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Yenita DCN MPH RD



Ia menjelaskan makanan yang seharusnya diberikan pada bayi sesuai umur. Pada umur 6-9 bulan bayi bisa diberikan makanan lumat yang lebih kental. Seperti buah-buahan yang dihalusakn atau dilumat hingga berbentuk sari buah. “Buahan yang cocok misalnya pisang ambon, pepaya, baby sunkist, tomat, dan sebagainya,” imbuhnya.





Selanjutnya pada usia 9 bulan tekstur makanan boleh ditingkatkan, misalnya dengan memberikan bubur susu, bubur saring yang sudah ditambahkan protein hewani seperti hati ayam. Ditambah syuran seperti wortel, tomat, bayam dan sebagainya. “Usia 10-12 bulan sudah bisa di berikan nasi timbang ditambah lauk dan sayur dicincang. Dimasak dalam bentuk sop, bola-bola daging, ikan filet,” tambahnya.

Jadwal pemberian makanan MP-ASI yaitu 3 kali makanan utama (sarapan pagi, makan siang, makan malam) 2 kali makan selingan pukul 10.00 dan 16.00, serta 3 kali ASI, saat bangun pagi, sebelum tidur siang, dan malam. “Agara kebutuhan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan fisik optimal, sebaiknya dalam satu porsi terdiri dari 55-65 persen, karbohidrat, 20-30 persen lemak, 13-15 persen protein,” katanya.





Menurut Yenita, asupan gizi balita atau bayi dalam lima tahun pertama, sangat penting, karena akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya. “Misalnya pada usia 3 tahun pertama kehidupan, gizi balita berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Terjadi pertumbuhan serabut saraf serta cabamgnya, sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks.



( Humas RSMH)



RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..


Share