Artikel

Rabu, Jam: 13:17:53 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



Mengenal apa itu Penyakit Kusta



Narasumber: dr. Mega Permata, (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSMH)



 



Kusta adalah Suatu infeksi Granulomatosa kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae



terutama menyerangkulit dan saraf, tetapi bisajugamengenai mata, traktus respiratorius, kelenjargetah bening, testis, dan sendi.



 



Cara penularannya belum dibuktikan secara jelas, saat ini lebih ke traktus respiratorius.



Infeksi subklinis banyak didaerah endemis:



• Tidak menjadi penyakit



• sangat sedikit menjadi sakit kusta.



Karena system kekebalan tubuh yang menyembuhkan.



 



Keadaan setelah terpapar M. leprae:



 



Penyebab:



Mycobacterium leprae



Bakteri gram (+), obligat intraseluler, basil tahan asam/ BTA: pengecatan dengan metode Ziehl-Nielsen modifikasi.



 



Gejala klinik:



• Faktor risiko: birth in endemic area, relative of leprosy.



• Masa inkubasi: bervariasi 4 - 40 tahun



• Bercak di kulit: bervariasi makula, papul, nodul, infiltrat



 



Perubahan pada syaraf tepi:



1. Pembengkakan syaraf: auricular, ulnar, radial cutaneous, superficial peroneal, sural, posterior tibial



2. Gangguan sensoris pada bercak di kulit



3. Nerve trunk palsy



4. Glove and stocking anesthesia



5. Telapak tangan dan telapak kaki tidak berkeringat



 



Klasisikasi:



Ridley: TT, BT, BB, BL, LLs, LLp (berdasarkan reaksi imun seluler dari tinggi ke rendah).



WHO: Pausibasiler dan multibasiler



 



Tipe Tuberkuloid (TT):



• Bercak di kulit 1 – 3



• Makula, hipopigmentasi



• Permukaannya kering



• Bagian tepi lesi terdapat infiltrat



• Matirasa: +



 



Tipe Lepromatosa (LL):



• Bercak dengan infiltrat



• Simetris



• Mati rasa bisa: -



• BTA: +



• LL lanjutan:



• Infiltrat menyebar, simetris



• Nodul-nodul



• BTA: +++



• Madarosis



• Kulit kering



 



Tipe Borderline (BL):



• Lesi simetris



• Jumlah banyak



• Batas tak jelas, sbg tampak ada batas



• Anestesi tak selalu ada di lesi



• Anestesi bisa pola“glove n stocking”



• Penebalan sy perifer simetris



• BTA positif



 



Pausibasiler: bercak di kulit berjumlah 2-5 buah



Multibasiler: bercak di kulit berjumlah >5



 



Pemeriksaan fisik:



• Status dermatologi: bercak di kulit



• Pemeriksaan fungsi saraf:



1. Sensoris: di kulit: dengan nylon monofilamen atau kertas;



di plantar & palmar: dengan ujung ballpen



2. Otonom: keringat, tes Gunawan



3. Motorik: fungsi dan kekuatan otot



 



Pada mata:



• Can cause a major morbidity in all types of leprosy.



• Tuberculoid: anesthesia of cornea and conjuctiva, paralysis of orbicularis oculi muscle (lagophtalmus)



• Lepromatous: infiltration of M.leprae in anterior chamber, cornea, sclera, episclera, ciliary body, iris.



• Reactional st: episcleritis, scleritis and iridocyclitis.



 



 



Diagnosis:



Cardinal sign:



1. Anesthesia (matirasa)



2. Penebalan syaraf



3. Bercak di kulit



4. BTA positif pada tipe lepromatosadan boderline



Minimal 2 dari 3 kriteria pertama harus ada.



 



Kerusakan pada tangan dan kaki:



• Karena otot paralisis, matirasa, dan kulit kering



• Pada kaki terjadi: injury – ulcer – dapat berlanjut



• Dapat menyebabkan kecacatan permanen



 



Diagnosis banding:



• Pityriasis alba



• Hipopigmentasi pasca inflamasi



• Psoriasis



• Mikosis fungoides



• Limfoma kutis



 



Pengobatan:



WHO: MDT (multidrug treatment):



 



Pausibasiler:



Setiap hari: Dapson 100 mg



Setiap bulan: Rifampicin 600 mg



Lama pengobatan selama 6 bulan



 



Multibasiler:  



Setiap hari :  Dapson 100 mg     



Clofazimin 50 mg



Setiap bulan:   Rifampicin 600 mg (supervisi)      



Clofazimin 100 mg



Lama pengobatan selama 12 bulan



 



Efek samping pengobatan:



• Dapson



  Hemolisis ringan, jarang terjadi anemia



  Glucose 6 phosphate dehydrogenase deficiency: seldom cause a problem



  DDS syndrome, etc



•Clofazimin: bacterisid lemah, mempunyai efek anti-inflamasi.



  Kulit berwarna: red – purple black



 



Edukasi pada pasien:



• Tentang penyakitnya,



• Beberapa hari setelah memulai terapi tidak menularkan lagi



• Deformitas dapat dicegah



• Perawatan mata dan anggota gerak juga penting selain makan obat



 



 



Komplikasi akibat kerusakan syaraf:



• Merupakan penyebab uta kecacatan dan kelainan bentuk, dapat dicegah dengan:



– Diagnosis dini



– Penanganan yang tepat



– Edukasi pasien



Follow up: Monitoring sensori and kekuatan otot tangan, kaki, dan mata



 



Pencegahan komplikasi:



• Kulit kering: rendam dalam air + pelembab



o Jika terdapat penebalan kulit: sikat



• Pasien harus selalu waspada



• Matirasa pada tangan/kaki: perawatan sendiri, selalu diperhatikan



• Matirasa pada kaki: gunakan sepatu yang tepat



• Ulkus di telapak kaki: hindari bertumpu pada kaki



 



 



Salam



IP3Humas (Leni/PKRS)



 


Share