Artikel

Jumat, Jam: 15:43:33 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



Lansia Risiko Tinggi Kekurangan  Gizi



dr Annie Rivaida, M, Gizi, SpGK ( Dokter Gizi RSMH Palembang)



 



 



Masalah kurang gizi tak hanya dapat terjadi pada anak-anak saja, namun justru orang lanjut usia lebih berisiko tinggi untuk mengalami kekurangan gizi.



dr Annie Rivaida, M, Gizi, SpGK dari Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin Palembang memberikan talkshow kesehatan di pro 2 RRI (Rasio Republik Indonesia) dengan topik "Mewaspadai gejala kurang gizi pada lansia dan cara mengatasinya.





Ia menerangkan, Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh, dan dapat mempengaruhi nafsu makan pada lansia, yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan makan dan kekurangan gizi, yang dapat bersampak pada masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan fungsi organ dan lainnya.



pada lansia kadang susah makan, dikarenakan nafsu makan lansia cenderung menurun karena indera perasa dan penciumannya sudah tidak seperti dulu untuk menghirup aroma dan merasakan makanan.



Selain itu, lansia juga lebih cenderung mengisolasi diri serta gangguan emosional karena hidup sendirian. Faktor risiko ini saling bekerja sama untuk menurunkan nafsu makan orang tua, akibatnya mereka makan lebih sedikit dan lebih jarang.



Kondisi ini dapat menurunkan berat badan lansia juga dapat berbahaya, sehingga memicu hilangnya massa otot, menurunkan fungsi dan sistem pencernaan dan imun tubuh tubuh.



Tanda-tanda kurang gizi pada lansia bisa sulit dikenali, apa lagi pada lansia yg tidak memiliki resiko kesehatan sebelumnya. Namun mengetahui gejala dari awal dapat membantu mencegah komplikasi yang akan terjadi di kemudian hari.



Untuk mengetahui risiko kurang gizi maka  yang harus dilakukan adalah mengamati kebiasaan makan orang yang memasuki lanjut usia. Luangkan waktu bersama orangtua Anda selama makan di rumah, tidak hanya pada acara-acara khusus. Sebaiknya berikan porsi makan lansia yang lebih kecil agar mereka bisa makan kapan saja saat merasa lapar. Makanan yang diberikan sebaiknya juga harus yang lunak.





Selain membantunya mencukupi kebutuhan gizi dari makanan, ajak lansia untuk tetap aktif bergerak, sehingga dapat menguatkan otot  untuk mencegah hilangnya massa otot dan penurunan fungsi otot. Aktif bergerak secara rutin juga dapat memperkuat tulang dan memperbaiki nafsu makan lansia. tutupnya



Salam

IP3H (Leni/PKRS)



 


Share