Artikel

Selasa, Jam: 15:09:07 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



TULI AKIBAT BISING



dr. Adelien, Sp.T.H.T.K.L.( Dokter Spesialis THT RSMH)



 



 



Apa itu bising? Bising dapat diartikan sebagai bunyi yang tidak diinginkan, tidak disukai dan mengganggu. Secara istilah medis, bising adalah suara kuat yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan telinga dalam. Bising ada di sekitar kita, dan mungkin tanpa kita sadari dapat merusak telinga kita.Bising dapat berasal dari pabrik industri, sepeda motor, mobil traktor, mesin, senjata api, music keras dalam konser atau band, suara keras dari sound system, telepon genggam, bahkan dari penggunaan headset untuk mendengarkan CD, MP3 player dan iPod.



Secara anatomi, telinga  dibagi  menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar mencakup daun telinga dan liang telinga. Telinga tengah mencakup gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Telinga dalam mencakup rumah siput atau disebut koklea yang berisi persarafan yang akan meneruskan sinyal suara ke otak.



 



 



 



Proses mendengar diawali adanya suara yang kemudian ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga dan menggetarkan gen dan telinga. Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran sampai keujung saraf, kemudian disampaikan k eotak agar diolah sehingga kita dapat mendengar.Apabila proses mendengar ini terganggu, maka akan terjadi ketulian. Ada tiga macam bentuk ketulian, yaitu tuli konduktif yang disebabkan adanya gangguan di telinga luar dan tengah; tuli sensorineural (tuli saraf) yang disebabkan gangguan pada telinga dalam; dan tuli campur yang disebabkan adanya gangguan baik di telinga luar atau tengah dan telinga .dalam.



Apa hubungan bising dengan telinga? Ternyata secara medis bising dapat menyebabkan tuli sensorineural (tuli saraf). Ada 2 unsur bunyi yang perlu diketahui, yaitu frekuensi (dihitung dalam Hertz/Hz) dan intensitas bunyi (dihitung dalam desibel/dB).Frekuensi dapat disebut juga tinggi rendah bunyi, semakin tinggi bunyi maka frekuensinya semakin tinggi, demikian juga semakin rendah bunyi maka frekuensinya semakin rendah. Sedangkan intensitas bunyi dapat disebut juga volume, dimana semakin besar volume, maka intensitasnya semakin besar, demikian sebaliknya. Suatu kebisingan atau intensitas bunyi yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan di telinga dalam, yaitu tempat adanya persarafan pendengaran, dan kerusakan ini dapat menjadi permanen. Intensitas bunyi dapat diukur dengan alat Sound Level Meter.



 



Selain terjadi ketulian, bising juga dapat menyebabkan gangguan komunikasi, gelisah, sulit tidur, rasa tida nyaman, peningkatan tekanan darah, dan pada anak-anak akan sulit mengikuti pelajaran sekolah.Tuli akibat bising dapat diawali dengan adanya gangguan pendengaran yang disertai denging dan akhirnya dapat menjadi berat dan permanen.



 



Bagaimana cara menghindari atau mengatasi kebisingan ini?



Berikut ini tips yang dapat kita lakukan:



1.      Hindari suara yang terlalu keras, bila perlu gunakan pelindung telinga seperti ear plug, ear muff dan helmet bagi yang bekerja di lingkungan bising.



2.      Menjaga volume televisi, radio, handphone, sound system dan alat pengeras suara lainnya pada tingkat yang wajar dan tidak menyakitkan telinga.



3.      Hindari pemakaian headset atau handsfree dalam jangka waktu lama.



4.      Bagi yang memiliki smartphone, dapat diunduh aplikasi Sound Level Meter atau Sound Meter untuk dapat mengukur intensitas atau volume kebisingan, sehingga dapat menjaga batas pajanan bising terhadap telinga.



5.      Segera dan jangan tunda untuk datang ke dokter spesialis THT jika terjadi gangguan pendengaran supaya penanganan tidak terlambat.



(Noya-IP3Humas)



 


Share