Artikel

Senin, Jam: 13:32:57 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



Minum air putih 2-3 Liter perhari



 



Ginjal adalah organ yang pada manusia jumlah ada dua buah, yang tertata didalam perut bagian bawah, sebelah kiri dan kanan. Besarnya lebih kurang seukuran kepalan tangan orang dewasa, bentuknya se-perti tapal kuda yang perannya sangat besar. Tanpa ginjal, se-bagian besar sisa metabolisme dalam tubuh manusia akan mengendap di dalam tubuh. Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang Dr dr Zulk-hair Ali SpPD K-GH FINASIM, menjelaskan bahwa fungsi ut-uma ginjal adalah yang pertama untuk eksresi atau fungsi peng-eluaran cairan dari dalam tubuh. “Nanti dari proses metabolisme ginjal mengatur mana yang dikeluarkan mana zat yang dita-han untuk digunakan tubuh,” katanya.Kedua, fungsi ginjal menga-tur komposisi elektrolit di dalam tubuh. “Sebagai contoh ketika kita banyak minum maka buang air kecil juga akan banyak, kalau banyak keluar keringat maka buang air kecil juga akan ber-kurang,” ujarnya.



 



Kemudian fungsi yang ke-tiga adalah ginjal sebagai pen-gatur tekanan darah. Makanya ginjal adalah penyebab utama hipertensi atau darah tinggi. Jika ginjal rusak maka tekanan darah akan naik.“Yang keempat fungsi dari ginjal dikeluarkan hormon yang bermanfaat untuk pembentukan sel sarah merah. Sehinga orang yang kena sakit ginjal pada umumnya menderita anemia atau kurang darah,” jelasnya. Dikatakannya, 90 persen orang yang mengalami sakit ginjal akan mengalami hiper-tensi. Dan sebaliknya orang yang hipertensi dalam jangka waktu lama dapat menderita sakit ginjal.



 



Di dunia ini ada lebih kurang 850 juta orang pasien ginjal. Sedangkan di Indonesia sen-diri 12,5 persen orang sakit ginjal. Itu menurut penelitian yang dilakukan oleh perhim-punan ginjal Indonesia. Artinya jika Indonesia memilki pendu-duk 250 juta jiwa maka sekitar 31 juta terkena sakit ginjal. Se-hingga setiap hari Kamis ming-gu kedua setiap tahunnya di-peringati sebagai hari ginjal sedunia World Kidney Day. “Namun yang sampai ke tahap akhir sakit ginjal atau gagal ginjal yang harus mela-kukan cuci darah per Februari tahun 2019 itu diperkirakan sudah mencapai 75 ribu pasien. Hingga akhir 2019 diperkirakan 90-100 ribu pasien yang harus mela-kukan cuci darah,” lanjut dr Zulkhair. Penyakit ginjal adalah penyakit nomor 2 terbesar biaya yang dikeluarkan oleh BPJS. “Dapat dibayangkan dampak dari penyakit gin-jal ini baik terhadap kese-hatan, kualitas hidup, maupun terhadap ekonomi,” tuturnya.



Lalu dia menjelaskan bahwa gejala awal sakit ginjal 70 per-sen hampir tampa gejala. Dan 30 persennya setelah sakit su-dah berat baru muncul gejalan-nya. “Muncul mual muntah, sesak napas, kejang. Gejala ringam lainnya gangunan sa-luran kemih, seperti sakit saat buang air kecil, urin berdarah dan bernanah. Kemudian ter-jadi pembengkakan mulai ujung kaki dan seterusnya. Berbagai gejala ini muncul pada 30 per-sen pasien ginjal,” paparnya.



 



Mencegah penyakit ini deng-an cara cukup minum, 2-3 liter per hari. Gunanya untuk menjaga kekentalan urin. Jika urin terlalu kental maka berpotensi batu gin-jal. “Selain itu dengan pola hidup sehat lainnya, dan juga rajin cek kesehatan ke dokter,” tuturnya.



 



Diungkapkannya, selain cuci darah, konsep pengobatan penyakit ginjal ini dapat di-bagi dua. Yang pertama adalah pengobatan konservatif. Itu adalah pengobatan sebelum sakit ginjal masuk ke tahap akhir. “Misalnya ketika pasien ter-jadi kurang darah, ditambah darahnya. Kalau hipertensi harus diturunkan darahnya, kemudian gangguan elektrolit harus diatasi dulu,” katanya.



 



Namun pada saatnya sakit ginjal mengalami kerusakan lebih lanjut, misalnya sudah stadium minimal 5. Maka akan dilakukan pengobatan terapi. Artinya terapi yang berfungsi mengantikan ginjal yang rusak. Jadi ginjal yang rusak fungsi ginjal tersebut digantikan dengan pengobatan ini.



 



“Caranya ada dua. Pertama dialisis, atau membersihkan darah sari kotoran-kotoran yang gagal tersaring oleh ginjal. Dialisis ada dua pula yaitu hemodialisis atau sering disebut cuci darah. Ke-mudian dialisis melalui selaput di perut kita sebut sebagai peritonium. Cara kedua tranpalantasi ginjal atau cangkok ginjal,” ujarnya.



 



Cangkok ginjal merupakan cara paling baik untuk menga-tasi sakit ginjal, sebab dengan diganti dengan ginjal baru yang sehat maka tidak lagi melakukan cuci darah seumur hidup. “Deng-an cangkok pasien bisa hidup normal, meskipun masih perlu makan obat,” imbuhnya.



 



Namun sanyangnya tidak mudah mendapatkan donor ginjal. Sangat jarang ada yang mau mendonorkan ginjal yang sehat untuk mengantikam ginjal yang sakit ini. Selama ini yang banyak terjadi adalah disumbangkan oleh keluarga dekat. “Di RSMH Palembang semua layanan mu-lai dari dialisis baik itu hemo-dialisis, Continuous Ambula-tory Peritoneal Dialysis (CAPD), maupun cangkok ginjal sudah ada,” lanjutnya.


Share