Artikel

Jumat, Jam: 10:06:06 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



NYERI PADA LEHER, Apa Penyebabnya ?



Narasumber : Sri Riwayanti Januarsih, S.Ft. (RSMH)



 



Saat ini banyak sekali yang mengeluhkan nyeri leher mulai dari rasa tegang pada pundak dan bahkan sampai nyeri/sakit kepala. Sakit leher adalah nyeri yang terjadi pada area leher, yaitu dari atas bahu hingga bawah kepala.



Masalah kesehatan ini cukup umum dialami, terutama oleh lansia yang berusia diatas 50 tahun namun juga terjadi pada usia produktif. Sakit leher biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Kondisi ini jarang sekali berkembang menjadi gejala kondisi yang lebih serius dan umumnya bukan merupakan hal yang perlu diwaspadai.Namun jika nyeri terus berkelanjutan ada baiknya konsultasikan ke dokter atau fisioterapi, karena ada beberapa penyebab yang membuat nyeri leher bertambah bahkan menjalar sampai ke tangan atau bahkan menyebabkan kelemahan anggota gerak bila tidak ditangani secara serius.



Berbagai penyebab nyeri leher antara lain adalah :




  1. Adanya ketegangan otot-otot leher akibat pola aktivitas



Ketegangan otot leher sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan. Ketegangan otot yang biasa terjadi,biasanya pada otot pundak yang bisa diraba langsung oleh penderita, pundak terasa lebih keras dan bahkan kesulitan meoleh kiri/kanan.



Contoh : seseorang yang mengetik depan komputer terlalu lama dan tidak pada posisi ergonomis, akan mengalami ketegangan pada leher yang menyebabkan nyeri leher, sulit menoleh/menunduk/mendongakkan kepala. Atau contoh lain beberapa pekerjaan mengecat, tukang bengkel, guru dengan koreksi tugas yang menumpuk, dll. Jika ketegangan ini tidak ada faktor lain yang memperburuk maka nyeri ini dapat dikurangi bahkan dihilangkan dengan tindakan fisioterapi yaitu dengan terapi latihan maupun ultrasound (US)



 




  1. Pengapuran pada tulang leher (spondylosis/spondyloarthrosis cervicalis)



Pengapuran tulang leher terjadi karena adanya kerusakan pada ruas tulang leher dan bantalannya. Kerusakan ini terjadi karena adanya proses penuaan namun kondisi ini dapat diperburuk oleh faktor lain seperti trauma leher, aktivitas yang memberi ketegangan pada leher. Pada kondisi ini, fisioterapi akan memberikan terapi latihan maupun modalitas alat dan memberikan arahan gerakan/aktivitas apa saja yang dapat memprovokasinyeri agar untuk dihindari



 




  1. Penekanan akar saraf satu sisi (cervical root syndrome/CRS)



CRS adalah terjadinya penyempitan akar saraf leher yang menyebabkan kesemutan sepanjang lengan kanan atau kiri. Contoh penyebab CRS : menonton televisi posisi tidur yang tidak benar, pegawai kantoran yang terus menerus melihat komputer tanpa merilekskan lehernya dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat ditangani dengan fisioterapi. Namun jika nyeri terus berkelanjutan maka penderita disarankan untuk melakukan MRI dan ENMG untuk memastikan kerusakan saraf. Dan disarankan untuk menggunakan colar cervical untuk mengurangi nyeri.



 




  1. Penjepitan saraf (Hernia nucleus pulpous/HNP pada cervicalis



Suatu keadaan dimana terjadi penonjolan diskus intervertebralis kearah posterior dan/atau lateral dalam kanalis vertebralis yang dapat menimbulkan penekanan/penyempitan radiks saraf-saraf dan penekanan medula spinalis dengan berakibat timbulnya gejala-gejala neurologis. Apabila penekanan terjadi pada bagian leher (cervical) maka disebut Hernia Nukleus Pulposus Cervical.



Gejala yang timbul biasanya nyeri leher yang diikuti dengan kesemutan pada lengan bahkan rasa panas. Jika hal ini tidak ditangani dengan serius, maka dapat membuat kelemahan pada anggota gerak baik itu dengan maupun tungkai. Pada kondisi tingkat berat maka penderita disarankan berkonsulitasi ke dokter spesialis saraf untuk tindak lanjut tindakan.



 



(Doc Humas RSMH)


Share