Artikel

Senin, Jam: 18:35:09 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



DR.dr. H.M. Alsen Arlan, Sp.B, KBD, MARS


Direktur Medik dan Keperawatan RSMH Palembang


 


           ": Dua Wanita Inspirasi yang saya kagumi ".


 


 


Ditengah kesibukannya sebagai Direksi Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang DR. dr. H. M. Alsen Arlan, Sp.B KBD, MARS., atau biasa dipanggil Dr. Alsen menyempatkan diri untuk ditemui  Dr. Alsen untuk menceritakan pengalaman hidupnya. Pagi itu, Dr. Alsen  ditemui di ruangannya.


 


Dilahirkan di Palembang, 4 Juni 1962, Dr. Alsen telah mengabdi cukup lama di RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Jabatannya sekarang sebagai Direktur Medik dan Keperawatan membuat dirinya seringkali bertanggung jawab akan fasilitas pelayanan di rumah sakit ini."Saya ini dilahirkan sebagai anak kedua dari delapan bersaudara" awal penuturan Dr. Alsen menceritakan kisah hidupnya.


 


Dilahirkan dari sosok seorang ibu rumah tangga dan ayah seorang pegawai negeri sipil, awalnya beliau tidak menyangka bias menjadi seorang dokter. "Dulu saya tidak menyangka akan menjadi seorang dokter" kata Dr. Alsen. Namun rupanya keinginan orang tua menjadi pemacu semangat dalam meraih cita-citanya tersebut. Pada tahun 1973, Dr. Alsen menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Hingga pada tahun 1980 akhirnya tamat SMA. Semuanya berjalan biasa saja. Sampai akhirnya Dr. Alsen melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah sebagai seorang dokter."Orang tua lah yang mendorong saya untuk menjadidokter" jelas Dr. Alsen.


 


Dulu, pekerjaan sebagai dokter dipandang sebagai pekerjaan yang mulia. "Kalau menjadi dokter kan bisa menolong orang banyak. Makanya orang tua menginginkan anaknya ada yang menjadi dokter," kenang Dr. Alsen. Mengingat akan keinginan orang tuanya tersebut, akhirnya Dr. Alsen mengambil kuliah sebagai seorang dokter di Universitas Sriwijaya Palembang.Meski orang tuanya ingin anaknya menjadi seorang dokter, diantara saudaranya yang lain, hanya Dr. Alsenyang menjadi dokter. Sedangkan saudaranya tidak ada yang menjadi dokter. "Kebetulan hanya saya yangmenjadi dokter, saudara yang lain ada yang jadi pengusaha ataupun pegawai negeri" tambah Dr. Alsen.


 


Setelah lulus pendidikan dokternya pada tahun 1988, Dr. Alsen mendapatkan inpres untuk mengabdi sebagai seorang dokter di wilayah terpencil. "Dulu saya ditempatkan di RSUD Baturaja" kenangnya. Sebelum ditempatkan sebagai dokter di wilayah terpencil tersebut, Dr. Alsen telah meminang adik tingkatnya Dr.Desty Aryani untuk menjadi istrinya. "Saya ingat betul, 4Juni 1989 saya menikah. Itu beberapa waktu sebelum ditempatkan di wilayah Baturaja." kenangnya. Enam tahun ditempatkan di wilayah terpencil, akhirnya Dr. Alsen kembali ke Palembang untukberpindah tugas dinasnya di RSUP Dr. Mohammad Hoesin serta melanjutkan kembali kuliahnya di Universitas Sriwijaya.


 


Setelah tujuh tahun mengabdi di kota kelahirannya, Dr. Alsen akhirnya mengembara ke Bandung untuk melanjutkan pendidikannya sebagai dokter spesialis bedah. Selepas dua tahun di Bandung, Dr. Alsen kembali ke Palembang dan mengabdi kembali di RSUP Dr. Mohammad Hoesin. "Kehidupan itu selalu naik turun. Selalu ada goncangan dan itu harus dihadapi oleh setiap manusia" jawab Dr. Alsen ketika ditanya tentang peristiwa apa yang begitu berkesan dalam kehidupannya. Dr. Alsen menguraikan bahwa sampai saat ini, dia merasa bahwa ada dua periode dimana kehidupan itu begitu menarik. Pertama adalah ketika awal kariernya sebagai seorang dokter. "Periode ini begitu nyaman. Sudah dokter muda dan punya keluarga baru" tutur Dr. Alsen. Sedangkan periode kedua begitu terasa berat yakni ketika melanjutkan sekolah lagi. Semua yang telah didapat akhirnya harus dibayarkan untuk sekolah. "Mungkin saatitu saya mungkin berada di titik minus" kenangnya. Tapi Dr. Alsen mengakui bahwa adanya sosok istri dan keluarga yang selalu mendukung di belakang yang membuat Dr. Alsen kuat menghadapi beratnya hidup tersebut. Dibalik kesuksesan seorang pria, ada sosok wanita dibelakang yang selalu mendukungnya.


 


Bagi Dr. Alsen pepatah itu menjadikan dua sosok wanita yang begitu menginspirasi dalam kehidupannya. "Sosok yang saya kagumi yang pertama ibu yang kedua jelas istri saya" tuturnya. Ibu, menurut Dr. Alsen sendiri tidak bias dilepaskan dalam kehidupannya. "Menjadi dokter pun itu kan awalnya keinginan ibu saya" kenangnya. Selain seorang ibu, istri adalah sosok perempuan yang selalu dibanggakannya. "Tentu selain karena sama-sama seorang dokter, istri saya begitu mendukung karier dan pendidikan saya hingga bisa sampai saat ini" jelasnya. Menurut Dr. Alsen, keluarga sendiri adalah salah satu penyemangat hidup. Ayah dari Apriandini Mirdasari Putri dan M. Arisma Dwirian Putra ini seringkali mengajak keluarganya pergi liburan sekadar untuk mempererat hubungan keluarganya.


 


Di meja kerja Dr. Alsen sendiri, terpajang foto keluarga ketika liburan yang dianggapnya sebagai penyemangat di kala lelah dalam bekerja. Meski diri dan istrinya adalah seorang dokter, Dr. Alsen tidak pernah memaksakan kedua orang anaknya untuk menjadi seorang anak dokter. "Mungkinm melihat ayah ibunya dokter, kedua anak saya pun menjadi dokter" kata Dr. Alsen yang disambutnya dengan gelak tawa. Ditanya tentang saran buat oara pelayan kesehatan agar selalu semangat dalam melayani pasien, Dr. Alsen menjawab bahwa dalam kehidupan yangnyata, ilmu itu bukan hanya masalah nilai "Manfaat ilmu sesungguhnya ada dalam masyarakat. Ilmu selalu bermanfaat ketika berhubungan dengan Tuhan dan sesama manusia." tuturnya dr Alsen. "Intinya setiap ilmu itu harus membuahkan hasil yang baik untuk semua" pungkasnya.


(Humas RSMH)


Share