Artikel

Selasa, Jam: 20:43:38 WIB By admin Dibaca 1

.GLAUKOMA “ PENCURI PENGLIHATAN”



dr. Prima Maya Sari, Sp.M ( RSMH Palembang )





Kebutaan masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah Glukoma. Di Indonesia, Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak. Jumlah penderitanya terus meningkat tanpa banyak masyarakat ketahui. Oleh karena itu Glaukoma kerap disebut sebagai si pencuri penglihatan.

Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang pandang.. Kerusakan ini bersifat permanen, dan dapat berakhir pada kebutaan.

Glaukoma dapat merusak penglihatan dengan perlahan sehingga seringkali penderita tidak menyadari kerusakan tersebut sampai akhirnya kerusakan yang terjadi sudah pada tahap lanjut. Oleh karena itu sebaiknya dilakukan check-up rutin pada mata sejak usia muda. Skrining glaukoma terutama sangat penting pada pasien dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma, berusia diatas 40 tahun ataupun mengidap penyakit diabetes mellitus

MEKANISME GLAUKOMA

Didalam bola mata terdapat cairan bola mata yang disebut sebagai akuos humor. Cairan ini diproduksi oleh organ mata yang disebut sebagai badan siliar. Akuos humor akan mengalir dari belakang melalui anak mata, disebut sebagai pupil, menuju bagian depan bilik mata dan keluar melalui sudut bilik mata. Fungsi dari cairan akuos ini antara lain adalah untuk nutrisi mata, menjaga bentuk bola mata dan juga untuk menjaga tekanan bola mata. Pada pasien glaukoma, terjadi gangguan pada keseimbangan produksi dan aliran keluar dari cairan akuos humor sehingga tekanan bola mata menjadi lebih tinggi dibanding normal.

Klasifikasi glaukoma berdasarkan penyebab:

1. Glaukoma primer:

a. Glaukoma sudut terbuka

b. Glaukoma sudut tertutup

2. Glaukoma kongenital

3. Glaukoma Sekunder

4. Glaukoma absolut

GEJALA KLINIS

biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak ada keluhan, sampai terjadi penurunan penglihatan.

1. Pasien mengeluhkan adanya sakit kepala dan nyeri pada bola mata.

2. Beberapa pasien mengeluhkan adanya gangguan lapangan pandang apabila sudah mencapai stadium lanjut.

3. Terjadi kesulitan dalam kemampuan membaca dekat akibat kegagalan akomodasi.

4. Terjadi keterlambatan dalam adaptasi gelap

DIAGNOSIS

Penegakan diagnosis dapat dilakukan dengan cara

1. Mengukur peningkatan TIO dengan menggunakan tonometri

2. Gonioskopi

3. Funduskopi

4. Perimetri

5. Humphrey

6. Foto Fundus

7. OCT

PENATALAKSANAAN

a. Obat-obatan

Untuk menurunkan tekanan bola mata maka digunakan obat-obat yang mampu menghambat produksi humor akuos, meningkatkat drainase humor akuos.

b. Operasi

Operasi hanya dilakukan jika pengobatan dengan medikamentosa gagal.

KOMPLIKASI

Tanpa pengobatan glaukoma sudut terbuka dapat bekembang secara perlahan sehingga akhirnya menimbulkan kebutaan total.

PROGNOSIS

Apabila obat tetes anti-glaukoma dapat mengontrol tekanan bola mata pada mata yang belum mengalami kerusakan luas, prognosis akan baik. Apabila proses penyakit terdeteksi secara dini, sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik secara medis.

(Noy PKRS)


Share