Artikel

Selasa, Jam: 21:10:23 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini.



Jangan Ubah Nilai Gizi Ikan Lele



                     Yenita DCN MPH, ahli gizi  (RSMH Palembang)



 



        Siapa tak kenal lele? Rasanya yang nikmat dengan kandungan gizi yang baik serta mudah didapat dengan harga yang terjangkau, sehingga membuat iakan air tawar ini menjadi menu favorit orang banyak.



        Mengonsumsi ikan lele sangat baik untuk kesehatan, khususnya anak-anak, “Dilihat dari nilai gizinya, lele itu sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungan proteinnya tinggi, sehinggah baik untuk pertumbuhan anak,



         Lain dari itu,  konsumsi ikan memang lebih dianjurkan dibandingkan konsumsi daging yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Dia mengungkapkan, sebenar nilai gizi makanan juga sangat tergantung pada cara pengelolahannya.Lele sangat sering diolah menjadi pecel lele. Sebelum menjadi pecel lele, lelenya diolah dengan cara di goring. Secara kasat mata bahwa lele yang diolah menjadi pecel lele yang dijual tersebut di goreng dengan cara berulang.



          Penjual biasanya akan memanaskan minyak untuk menggoreng sesaat setelah ada pembeli datang, sehingga pemanasan minyak tersebut akan dilakukan secara berulang. Pemanasan secara berulang dengan suhu yang tinggi tersebut, tidaklah boleh dilakukan sebab dapat menghilangkan nilai gizi baik yang terkandung didalamnya. Misalnya menggoreng dengan suhu tinggi yang melebihi titik asap di atas 215 ( Derajat Celsius) akan menyebabkan asam lemak jenuh berubah menjadi kolestrol. “Sehinggah, lele yang tadinya tidak ada kandungan kolestrol, kini digoreng dengan titik asap tinggi, maka yang kita konsumsi adalah makanan dengan kolestrol tinggi.



     Memasak dan mengelolah sendiri makanan di rumah dapat menjadi jalan keluar dalam mengonsumsi makanan sehat. “Pengelolahan lele sebaiknya dimasak sendiri, pastinya penggunaan minyak sekali pakai dengan penggunaan api yang tidak terlalu besar, yang patut di ketahui, warna minyak tersebut akan berubah dengan cepat bila dipanaskan dengan suhu tinggi, dan hal itu dapat merubah nilai gizi suatu makanan.  sebaiknya bila seseorang mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak berulang dan suhu tinggi, seharusnya melakukan detoksifikasi alami dengan banyak meminum air putih setidaknya lebih dari 2,5 liter per hari disertai dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur.     



        



 


Share