Artikel

Selasa, Jam: 21:11:20 WIB By admin Dibaca 1

Rutin Divaksin, Penderita Hepatitis B Boleh Hamil



                DR Dr H Zulkhar Ali SpPD K-GH FINASIM (RSMH Palembang)



 



Hepatitis B adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menginfeksi hati hominoidae, termasuk manusia dan menyebabkan peradangan yang disebut hepatitis.



           Penyakit hepatitis B merupakan peradangan hati yang dapat menular dari ibu ke janin yang dikandungnya. Anak yang mendapat keturunan hepatitis biasanya tidak langsung terkena. Tapi, hepatitis biasanya bersifat progresi dan ketika si anak beranjak dewasa baru mengalami peradangan hati yang parah. Ibu yang terkena hepatitis boleh hamil asalkan harus rutin mendapatkan vaksin. Pencegahan penularan virus hepatitis pada bayi dapat dilakukan dengan vaksinasi hepatitis B dan ijeksi imonoglobulin. “Vaksinasi hepatitis B rekombinan mengadung anrtigen yang disebut HBsAG. Sedangkan injeksi imonoglobulin, berguna sebagai pembetukan antibody,”



Vaksinasi terhadap bayi harus dilakukan 12 jam dari sejak bayi baru dilahirkan. bahwa orang dengan ancaman hepatitis B juga harus rutin memeriksakan diri ke dokter. Sebab, virus masih memiliki kemungkinan qakan tumbuh kembali. Apalagi, kebanyakan orang cenderung merasa dirinya kebal setelah mendapat vaksinasi. “Masih terdapat 3 hingga 5 persen orang yang sudah divaksin masih tidak membentuk antibody, sehinggah orang harus tetap rutin memeriksakan livernya,



           Kebanyakan orang terlambat mengetahui hepatitis B sudah menyerang tubuhnya ketika terlanjur menjadi sirosis atau hepatoma. Cara mengetahui seseorang terkena virus hepatitis setelah dewasa, yaitu dengan melakukan skrining. Menurutnya, pencegahan penularan hepatitis B ke bayi sangatlah krusial. Pasalnya, bila seseorang terkena hepatitis B sejak masih bayi, maka virus biasanya akan bertahan seumur hidup. Biasanya gejala hepatitis B pada bayi yang terinveksi akan berlangsung kronik dan timbul di usia dewasa. Pengobatan dilakukan pada umumnya lebih sulit untuk berhasil.” Untuk bisa sembuh, maka harus dilakukan pencangkokan hati. Padahal biaya prosedur itu sangatlah mahal.



  Pemberian ASI dari ibu dengan hepatitis B ke bayipun diperbolehkan asalkan bayi sudah terlebih dahulu diberi vaksinasi dan imonoglobulin. Ini karena ASI hakikatnya  merupakan makanan terbaik bagi bayi hingga usia enam bulan. ASI juga memperkuat antibody yang dimiliki bayi.



RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..


Share