Artikel

Rabu, Jam: 21:05:14 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi artikel disini..



Usai Liburan, Diare Mengintai



DR H Zulkhair Ali SpPD K-GH FINASIM  (RSMH Palembang)



                   Gangguan pencernaan banyak bermunculan di hari pertama masuk kerja, setelah sepekan libur merayakan Idulfitri. Ada yang mengeluh perutnya mulas, ada pula yang diare hingga lemas dan tidak bisa beraktivitas. Apa sih penyebabnya? Palembang mengatakan, umumnya diare di bagi menjadi dua jenis bwerdasarkan penyebabnya. Yakni diare spesifik dan non-spesifik. Diare spesifik di sebabkan oleh inpeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Diare selain karena infeksi, misalnya karena salah makan, dikatagorikan sebagai diare non- spesifik.”Kedua diare ini sama-sama perlu di waspadai seusai liburan Lebaran, terutama bagi yang masih kelelahan akibat baru kembali dari mudik,” mencontohkan, penyebab yang biasa menyebabkan diare. Misalnya, kebiasaan menimbun bahan makanan. Ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga bisa menjadi mimpi buruk bagi yang tidak terbiasa mengurus rumahnya sendiri. Biasanya paling kelihatan soal makanan. Kulkas langsung di penuhi berbagai jenis bahan makanan.



                   “Pada saat penyipanan dikulkas harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan mentah. Sehingga makanan matang tidak terkonsumsi dengan bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut,”. Selain itu, makanan yang berlimpah saat Lebaran tidak selalu habis dikonsumsi sekeluarga. Tidak masalah untuk menyimpannya lalu mengonsumsinya di kemudian waktu. Yang penting jangan lupa dipanaskan. Untuk memanaskan, biasanya berpatokan pada perubahan bau dan wujud makanan.Kalau baunya sudah berubah, makanan tersebut dipanaskan. Tapi cara ini terlalu beresiko. Lebih dianjurkan untuk selalu memanaskan dengan api maupun microwave.”Yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau bentuk makanan tersebut,”


Share