Berita

Senin, Jam: 11:05:50 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi berita disini..



Berita RSMH. 4 Mei 2018



ENDOVASKULER ANEURYSM REPAIR (EVAR) PERTAMA KALI DI RSMH


 


RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang sebagai RS rujukan nasional 5 provinsi yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung terus melakukan inovasi diantaranya dengan melakukan tindakan operasi yaitu ENDOVASKULER ANEURYSM REPAIR (EVAR)  terhadap pasien dengan Aneurima Aorta pada Kamis (03/05) di Ruang COT Graha Eksekutif RSMH Palembang. Tindakan ini dilakukan pertama kalinya di RSMH bahkan di Sumatera Bagian Selatan, oleh dua orang dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular yaitu dr. Fahmi Jaka Yusuf, Sp.B (K)V dan dr. Kemas Dahlan, Sp.B (K)V dari divisi Bedah Vaskular & Endovaskular Departemen Bedah RSMH, yang ditemui disela-sela aktifitas memberikan pelayanan kepada pasien di poliklinik bedah lantai 2 RSMH Palembang.


Tindakan ini dilakukan dengan local anestesi dengan sedasi  tidak seperti operasi AAA konvensional dimana penderita harus dilakukan pembiusan umum (general anestesi) dan luka sayatan operasi yg besar (laparatomy). tekhik yang lebih canggih yaitu minimal invasif



Didunia berkembang tekhnik ini lebih disukai oleh banyak pasien dibandingkan  dengan operasi konvensional karena banyak keuntungan yang diperoleh. Tindakan EVAR  yaitu memasukkan pembuluh darah buatan ke dalam anaeurisma  aorta, kalau dulu aorta dibuka (laparotomi) dan diganti dengan pembuluh darah buatan (graft sintetik), sekarang dengan teknik EVAR, kita melakukannya dengan memasukkan suatu Stentgraft melalui pembuluh darah dari lipat paha kiri dan kanan...”demikian penjelasan dari dr.Dahlan.


Tindakan ini dilakukan di ruang COT Graha Eksekutif, dengan fasilitas yang memadai diantaranya divisi vaskuler saat ini telah memiliki, C-Arm , Injektor dan kamar operasi sendiri. Tindakan ini dilakukan selama 2 jam, pada pasien dengan usia tua dan mobiditas tinggi. Sebenarnya keberhasilan operasi ini tergantung persiapan pasien sebelum operasi dan ketelitian dalam pengukuran aneurysmanya itu sendiri dan kondisi pembuluh darah pasien dengan tehnik komputerisasi dan ini sudah tersedia juga di RSMH, sehingga pembuluh darah yg dipasang ukuran dan bentuknya sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. Pasien pst op 24 jam kemudian sudah stabil dan dipindahkan ke ruang rawat biasa dan kemungkinan dalam waktu 1-2 hari diperboehkan pulang, tambah dr.Jaka.

 


Dr.Dahlan dan Dr.Jaka sama-sama optimis kedepannya RSMH  mampu untuk mengembangkan tekhnologi , sehingga lebih banyak pasien yang dapat dilakukan tindakan di RSMH tanpa harus jauh-jauh merujuk ke Jakarta.


Share