Berita

Senin, Jam: 08:48:06 WIB By admin Dibaca 1

Penanganan Limbah di RSMH



Sampah Medis Dibakar Habis



 



Setiap rumah sakit memiliki tumpukan sampah, bahkan ada yang tergolong mengandung bahan beracun. Karena kondisi ini, RSMH pun perlu membuat perlakuan khusus. Tak sembarang buang, tapi dimusnahkan lebih dulu. Seperti apa?



DI salah satu sudut kompleks Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, ada sebuah gedung bercat putih. Dari kejauhan tampak corong asap. Di sanalah tempat pemusnahan limbah medis RSMH Palembang. Koran ini lalu berkunjung ke sana, sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (31/8).



Di sana ada ruangan pembakaran limbah medis. Terlihat petugas sedang memasukkan kantong sampah berlabel infeksius ke dalam tabung insinerator. Ini adalah sebuah alat pembakar limbah dengan suhu tinggi, sehingga sampah medis bisa terbakar dengan habis. Sampah atau limbah medis merupakan hasil buangan suatu aktivitas medis. Sampah medis harus sesegera mungkin diolah setelah dihasilkan dan penyimpanan menjadi pilihan terakhir jika limbah tak dapat langsung diolah.



Kepala Instalasi Performa, Pertamanan dan Sanitasi, Santi Sherlianti mengatakan insinerator cukup menampung 200 kg sampah medis sekali bakar. Meski kapasitasnya 200 kg sampah, pihaknya membakar sampah hanya 100 kg sampah medis sekali bakar. Itu dengan suhu 1.200 derajat celcius.



Setelah dibakar, katanya, tentu hasil pembakaran menciptakan abu. Nah abu ini tak dibuang sembarangan. “Abu tersebut dikumpulkan, disimpan di gudang penyimpanan hingga berjumlah banyak. Kita kirim ke Cilegon, Banten sebagai tempat pembuangan akhir limbah medis,” tambahnya



Sebagai RS tipe A, RSMH Palembang tugasnya memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Tak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang dihasilkan. “Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan awak RS maupun orang lain yang berada di lingkungan RS dan sekitarnya. RS ini juga komitmen menjaga lingkungan,” kata Santi, kemarin (29/8).



“Tak hanya itu kami juga bedakan petugas sampah medis dan sampah rumah tangga dari RSMH Palembang. Kuning untuk petugas sampah infeksius, Hijau  untuk petugas non-infeksius. Gunanya selain menandakan juga batasi petugas sampah, agar tak tercampur antara sampah berbahaya dan rumah tangga,” jelasnya.



Diungkapkan, dalam limbah RS tak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, juga limbah infeksius yang mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Diungkapkanya yang termasuk limbah B3 adalah limbah dengan karakteristik infeksius, benda tajam, patologis, bahan kimia kedaluwarsa, limbah farmasi, radioaktif , peralatan medis yang mengandung zat logam yang tinggi, dan tabung gas.



(Humas RSMH)


Share