Berita

Rabu, Jam: 10:46:40 WIB By admin Dibaca 1

RSUP Dr. Mohammad Hoesin, mulai isi berita disini..



Penyakit Kusta Bukan Penyakit Kutukan



Penyakit kusta adalah infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Infeksi ini menyerang saraf tepi dan kulit, kemudian saluran pernapasan atas, dan bisa juga menyerang organ lain kecuali otak, yang dapat menyebabkan kecacatan atau mutilasi.



Demikian disampaikan oleh dr Mega Permata, SpPD, di Stasiun TVRI pada acara talkshow kesehatan "Info Sehat", Selasa( 29/1).



Ia mengatakan, Kusta tidak mudah menular. Seseorang yang menghirup bakteri kusta ini baru timbul gejala 4 hingga 40 tahun mendatang. Dan ini biasanya terjadi pada orang yang sering terpapar dan lama.



 



Kusta juga bukan disebabkan faktor keturunan, tetapi ada faktor genetik. Selain kontak langsung dengan penderita kusta, imun yg kurang baik dapat lebih mudah terkena infeksi.



 



Mega melanjutkan, kusta merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan, mutilasi (misalnya terputusnya salah satu anggota gerak seperti jari), ulserasi (luka borok), dan lainnya. Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan seseorang yang memiliki penyakit ini mati rasa (kebas).



 



Kadang timbul bercak putih di kulit sering kali dianggap sebagai panu dan disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, bisa jadi bercak putih di kulit itu bukan panu, melainkan ciri penyakit kusta. Apabila dibiarkan, penyakit kulit tersebut bisa mengakibatkan kebutaan hingga kecacatan.



 



"Orang yang telah terdiagnosis dengan kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama enam bulan sampai dua tahun. Pengobatan kusta sendiri harus berdasarkan jenis kusta untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, dan durasi pengobatan," tutupnya.



IP3Humas RSMH (Leni/PKRS)


Share