Layanan Bedah Invasif Minimal  merupakan layanan yang sudah lama dirintis di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang. Namun, layanan bedah invasive minimal terus melakukan pengembangan yang dimulai dari awal tahun 2016. Bedah invasif minimal terdiri dari bedah invasif minimal orthopedic, bedah invasif minimal obgin, bedah invasif minimal digestif, bedah invasif minimal urologi, dan bedah invasif minimal syaraf.

 Tiap-tiap bagian dari bedah invasif minimal terus mengalami perkembangan. Misalnya saja untuk layanan unggulan bedah invasif minimal orthopedik terdapat pengembangan Artroskopi dan Artoplasty. Layanan bedah invasif minimal obgin yaitu, pengembangan histeroskopi, pengembangan surgical staging, laparoskopi kistektomi, dan pengembangan laparoskopi Diagnostik. Layanan bedah invasif minimal urologi, diantaranya pengembangan ESWL, PCNL, URS, TUR, dan lainnya. Layanan bedah invasif minimal syaraf, meliputi pengembangan neuro spinal, dan neuro onkologi. Serta untuk Layanan bedah invasif minimal digestif, terdapat pengembangan laparoskopi : laparoskopi cholesistektomi, laparoskopi eksplorasi CBD, ERCP : Ekstraksi batu, stenting, dan diagnostik, laparoskopi distal pankreatektomi, pengembangan kasus bedah digestif : Kolorektal, diantaranya Laparoskopi Apendiktomi, Laparoskopi Hemikolektomi ,Laparoskopi LAR (Low Anterior Resection), Laparoskopi ULAR (Ultra Low Anterior Resection), serta Laparoskopi APR (Abdomino Perineal Resection), pengembangan endoskopi digestif : diagnostic endoskopi upper dan lower  GI,  Ekstraksi corpus alienum , terapeutik Stenting esofagus kolon, balon dilatasi, Eksisi polip dan EMR (Endoskopik Mukosa Resection) , serta terdapat pula pengembangan layanan Bariatic Surgery yang mencakup Laparascopi Sleeve Gastectomy, Laparascopic roux n Y gastric by pass, dan Laparascopic gastric banding.

Pengembangan layanan invasif minimal telah didukung pula oleh dokter-dokter spesialis, perawat, dan tenaga medis lainnya yang berkompeten. Begitu pun dengan alat-alat medis yang telah memadai untuk mengimplementasikan pelayanan bedah invasif minimal secara baik. Dengan begitu, diharapkan segala aspek-aspek yang ada dapat mendukung pelayanan serta membantu dan melayani masyarakat untuk dapat mengatasi permasalahan kesehatan dibidang bedah invasive minimal  secara optimal.