Efek Kualitas Tidur Bagi Kesehatan
Efek Kualitas Tidur Bagi Kesehatan
Narasumber : Deny Gunawan, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua (RSMH Palembang)
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Setiap manusia memerlukan tidur yang cukup agar tubuh dapat berfungsi dengan normal. Kondisi seseorang dalam menjalankan aktivitas kesehariannya bisa dipengaruhi oleh kualitas tidurnya. Kualitas tidur merupakan rasa puas seseorang terhadap tidurnya sendiri yang ketika bangun seseorang tidak merasakan lelah, gelisah, lesu, ataupun apatis, tidak terlihat kehitaman pada sekitar kelopak mata, mata bengkak, konjuctiva merah, mata perih dan terlihat sering menguap atau mengantuk. Kualitas tidur ini juga akan berhubungan dengan kualitas aktivitas yang akan dijalankan keesokan harinya. Gangguan tidur (Insomnia) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan dalam jumlah, kualitas atau waktu tidur pada seseorang. Di dunia diperkirakan sekitar 20% - 50% orang dewasa sering mengalami gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Kebutuhan tidur bagi setiap manusia itu berbeda – beda tergantung kebiasaan pada masa perkembangannya. Rata – rata kebutuhan tidur pada orang dewasa sekitar 6 – 9 jam untuk menjaga kesehatan dan 5 – 8 jam untuk usia lanjut untuk menjaga kondisi fisik
Kualitas tidur yang buruk atau gangguan tidur banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Perilaku merokok : orang yang merokok lebih sering mengalami gangguan tidur dibandingkan dengan yang tidak merokok
2. Konsumsi kafein : Orang yang mengkonsumsi kafein, lebih sering mengalami gangguan tidur
3. Aktivitas fisik : Olahraga (orang yang kurang berolahraga lebih sering mengalami gangguan tidur)
4. Jenis kelamin : Perempuan lebih sering mengalami gangguan tidur dibandingkan laki-laki
5. Stress : orang yang stress lebih sering mengalami gangguan tidur dibandingkan dengan yang tidak stress
6. Penggunaan gadget : orang yang lebih intens menggunakan gadget, lebih sering mengalami gangguan tidur
7. Penyakit
8. Obat
9. Status gizi
10. Motivasi
11. Faktor lingkungan
Kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada :
1. Timbul rasa kantuk sehingga akan menyebabkan menurunnya energi
2. kewaspadaan berkurang
3. Konsentrasi yang turun
Menurunnya konsentrasi ini kan berdampak pada kualitas aktivitas kesehariannya seperti tidak tercapainya target pekerjaan atau pelajaran yang dijalani sehingga akan berdampak pada prestasi kerja atau prestasi akademik.
4. ketidakmampuan berpikir yang jelas
5. Menurunnya produktivitas, kreativitas, dan stabilitas emosi
6. Produksi makan makanan dengan kadar glikemi yang tinggi
7. Penyakit seperti pilek, flu, dan batuk.
8. Berpengaruhnya pada sintesis protein yang berfungsi untuk memperbaiki sel – sel ayng rusak dalam tubuh.
9. Kelelahan
10. Stres
Untuk mengatasi kualitas tidur yang buruk, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :
1. Istirahat yang cukup
2. Atur lingkungan yang nyaman
3. Atur pola tidur
4. Atur pola makan yang baik
5. Tidak mengkonsumsi obat yang dapat mengganggu kualitas tidur
Kualitas tidur meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif seperti lama tidur, waktu yang diperlukan untuk tidur, frekuensi terbangun, kedalaman dan kepulasan tidur. Dikatakan kualitas tidur yang baik adalah seseorang yang tidak menunjukkan berbagai tanda kekurangan tidur dan tidak mengalami kelelahan saat bangun.
Dari beberapa referensi, kualitas tidur yang baik harus mencakup unsur – unsur :
1. Tidur selama tujuh sampai delapan jam setiap malam
2. Dapat tdiru dengan mudah
3. Tidur nyenyak dan tidak mudah terbangun
4. Bangun dengan istirahat yang cukup
5. Tidak menggunakan obat tidur.
Pola tidur yang berkualitas memberikan efek yang bagus pada kesehatan seperti berdampak baik pada kesehata otak, meningkatkan suasana hati, jantung menjadi lebih sehat, system kekebalan tubuh berfungsi dengan baik untuk melawan kuman dan virus, mampu mengendalikan berat badandan.
Referensi
Hidayat, Aziz A., & Uliyah, Musrifatul. (2015). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Edisi ke 2. Jakarta: Salemba Medika.
Kawi, Y. A., Wihandani, D. M., & Surudarma, W.. (2019). Pengaruh Obesitas pada Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Periode 2018. Intisari Sains Medis, 10(3): 524-529
Lanywati, E 2001,Insomnia: Gangguan Sulit Tidur,EGC, Jakarta
Nasution, M.A. Mardhiai, R. Hamal, D.K. 2022. Faktor – faktor yang berhubungan dengan gejala insomnia pada siswa menengah atas. Buletin kesehatan Vol 6 (2), Juli – Desember 2022. E-ISSN : 2746-5810 ISSN : 2614-8080
Nurdin, M.A. Arsin, A.R. Thaha, R.M. 2018. Kualitas hidup penderita insomnia pada mahasiswa. Jurnal MKMI. Vol 14 (2). 2 Juni 2018. DOI:Http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3464.
Pinatih, N.Y.S.D. Ariastuti, L.P. Sari, K.A.K. 2021. Hubungan antara kejadian mengantuk dengan asupan gizi dan aktivitas sehari – hari pada mahasiswa pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas udayana. ISSN : 2597-8012. Jurnal medika udayana. Vol 10 (2). https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum
Potter & Perry 2005,Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik, Edisi 4 Volume 2. Alih Bahasa: Renata Komalasari, dkk,EGC, Jakarta
Rohmah, W.K. Santik, Y.D.P. 2020. Determinan kualitas tidur pada santri di Pondok Pesantren. HIGEIA 4 (sepcial 3) (2020). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php.higeia . p-ISSN : 1475-362846, e-ISSN : 1475-222656
Sumber foto : talkaboutsleep.com Diakses tanggal 14 Juni 2024
DOC, PROMKES,RSMH

Facebook
rsmh.co.id