Pencegahan Meningkatnya Asam Lambung ke Kerongkongan
Narasumber : Deny Gunawan, S.Kep.Ns, M.Kep, FISQua
Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan suatu kondisi naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan atau esofagus. Apabila asam lambung ini meningkat, maka bisa saja asam lambung akan naik ke kerongkongan, hal ini berdampak pada timbulnya rasa nyeri atau panas di ulu hati. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan mengalami iritasi. Hal ini terjadi pada umumnya disebabkan salah satunya karena hernia hiatus, dimana asam lambung naik hingga ke rongga dada karena masuk melalui diafragma. Apabila hal ini terjadi, maka masalah yang bisa muncul yakni mual, muntah, mulas, adanya gangguan pada pernapasan, kesulitan meningkatkan berat badan, dan radang tenggorokan atau kerongkongan, kembung, terasa cepat kenyang, bersendawa, sulit menelan, dan rasa nyeri saat menelan. Beberapa faktor risiko terjadinya GERD ini adalah konsumsi obat – obatan seperti teofillin, antikolinergik, beta adrenergic, nitrat, calcium-channel blocker, cokelat, makanan berlemak, kopi, alcohol, dan rokok. Selain itu hormon pada saat hamil dan menopause juga berperan untuk menyebabkan GERD ini.
Untuk menghindari meningkatnya asam lambung tersebut, hal-hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Hindari makan berlebihan
Sfingter esofagus pada bagian bawah yang berfungsi sebagai katup akan mengalami gangguan/ lemah fungsinya sebagai katup pada penderita asam lambung. Hal ini terjadi karena asam lambung akan menekan otot ini, sehingga katup akan tertutup. Untuk itu, hindari makan yang berlebihan untuk menghindari tertutupnya katup ini yang menyebabkan asam lambung meningkat.
2. Kunyah makanan dengan perlahan
Makanan ketika masuk ke dalam mulut akan bercampur dengan air liur sehingga akan mengubah makanan menjadi lebih lembut dan hancur
3. Pilih makanan yang tepat
Makanan yang salah satunya dihindari adalah karbohidrat berlebihan. Karbohidrat yang yang tidak dicerna dengan baik bisa menyebakan pertumbuhan bakteri berlebihan, hal ini bisa meningkatkan tekanan dalam perut sehingga membuat perut kembung karena banyak berisi gas dan sering membuat seseorang bersendawa.
4. Konsumsi sayur dan buah
Walaupun tidak bisa menyembuhkan, konsumsi sayur dan buah bisa meredakan gejala asam lambung naik. Sayuran yang disarankan adalah bayam, kangkong, asparagus, kembang kol, brokoli, kentang, dan mentimun. Sedangkan buahan yang disarankan adalah semangka, melon, pisang, papaya, dan alpukat.
5. Atur posisi tubuh
Ketika keluhan asam lambung meningkat saat berbaring, segera posisikan tubuh anda untuk duduk atau berdiri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada katup sfingter esofagus yang menutup naiknya asam lambung.
6. Hentikan kebiasaan minum kopi
Kandungan kafein apda kopi yang menyebabkan melemahnya sfingter esofagus bagian bawah yang berisiko meningkatnya asam lambung. Walaupun tidak sepenuhnya penelitian menyatakan hal ini.
7. Hindari minum alkohol
Konsumsi lakohol dapat meningkatkan keparahan asam lambung dan rasa terbakar di dada. Alkohol ini juga bisa mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah sehingga menyebabkan naiknya asam lambung.
8. Jaga berat badan ideal
Ketika berat badan meningkat, sfingter esofagus bagian bawah yang fungsinya mencegah kontraksi asam lambung mengalir ke esofagus mengalami gangguan. Hal ini disebut hiatus hernia. Kondisi ini terjadi biasanya pada orang yang obesitas (berat badan lebih dari normal) dan wanita hamil karena lemak pada perut bisa meningkatkan risiko GERD ini.
9. Hindari konsumsi bawang mentah
Bawang mentah bisa mengiritasi lapisan kerongkongan dan menyebabkan heartburn semakin memburuk yang bisa menyebabkan meningkatnya asam lambung.
Semoga informasi ini dapat bermanfaat buat kita semua. Apabila cara ini masih belum efektif untuk anda yang sering menagalami GERD, segera konsultasikan ke petugas kesehatan agar bisa mendapatkan penanganan dengan segera.
Referensi :
- Bella, A. (2022). 8 cara mengatasi asam lambung naik. https://www.alodokter.com diakses tanggal 7 September 2024
- Kalis, G. S. (2020). 15 cara mencegah asam lambung naik (alami dan aman). https://doktersehat.com diakses tanggal 7 September 2024
- Ndraha, S., Oktavius, D., Sumampouw, J.L., Juli, N. N., & Marcel, R. (2016). Artikel penelitian faktor – faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi GERD. Factors associated eith the success of GERD therapy. Journal kedokteran meditek. 22 (60), 7-13.
- Rahman, A. A., Maulidina, W., & Kosasih, E. D. (2019). Terapi awal pada pasien GERD (Gastroesophageal reflux disease) di poliklinik penyakit dalam rsud dr soekardjo tahun 2018. Jurnal kesehatan poltekkes kemenkes ri pangkal linang, 6 (2), 69. https://doi.or/10.32922/jkp.v6i1.81
- Siloam hospital medical team. 2024. 9 cara mencegah asam lambung nak dengan aman dan efektif. Diakses tanggal 3 september 2024
- Tandarto, K. (2022). Diagnosis dan tatalaksana gastroesophageal reflux disease (GERD) apda fasilitas kesehatan tingkat pertama. www.researchgate.net/publication/358081589
- Waluyo, S.J., Solikah, S.N. (20230. Eduaksi kesehatan mengenai penyakit asam lambung (GERD) pada remaja di kel sangkrah kota surakarta. Jurnal kreativitas pengabdian kepada masyarakat (PKM), P-issn: 2615-0921 E-issn: 2622-6030 Vol 6(1) Januari 2023, Hal 203-211.
Sumber foto : https://homecare24.id/. Diakses tanggal 7 September 2024
DOC : PROMKES RSMH
Facebook
rsmh.co.id