RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Selamat datang di RSUP Dr. Mohammad Hoesin!

Solusi Kesehatan untuk Anda dan Keluarga

Akses layanan medis dan informasi rumah sakit dengan cepat dan mudah.

Bayi Suka Menghisap Jari, Wajarkah ?

๐Ÿ‘ค Inst. Promkes ๐Ÿ“… 02/08/2022 ๐Ÿ‘๏ธ 42

Bayi Suka Menghisap Jari, Wajarkah ?

Narasumber :  Elsa Savitrie, SKM, M.Kes (RSMH,Palembang)

 

Dok…bayi saya sering mengisap jari, normal nggak dok?

Pertanyaan seperti ini sering dilontarkan para bunda cantik saat kontrol ke dokter anaknya.

Hal ini wajar ya bun, karena kekhawatiran bunda memang beralasan. Tapi bunda jangan cemas, bayi yang mempunyai kebiasaan mengisap jari adalah hal yang wajar. Hal ini membuat bayi merasa aman dan nyaman. Bahkan, kebiasaan mengisap jari ini dapat menenangkan bayi dan membantu melelapkannya untuk tidur. 

Terlebih pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan,mengisap jari acap kali dilakukan.  Hal ini menunjukkan si bayi dalam keadaan sehat dan normal, karena refleks isap memang sudah seharusnya dimiliki bayi sejak lahir. Itulah mengapa, bila bayi mau menyusu, putting susu ibu tak perlu dipaksa dimasukkan ke mulut bayi. Cukup pipinya digeser-geser dengan putting, maka bayi akan mencari arah putting.

Bayi mengisap jari ini disebut fase oral, yaitu fase perkembangan psikologis manusia yang memperoleh kepuasan dengan mengisap tangannya, biasanya terjadi pada usia 0-18 bulan terutama usia 4 bulan.

Fase oral berarti bayi merasa puas saat melakukan kegiatan dengan mulutnya bisa dalam bentuk mengemut, mengulum, menggigit atau mengisap benda tertentu.

Fase oral ini bertahap antara lain :

  1. Dari yang sebelumnya anak hanya memasukan apapun yang didekatkan padanya, misalnya payudara ibu.
  2. Lalu berkembang menjadi memasukkan anggota tubuhnya sendiri ke mulut
  3. Berkembang lagi memasukkan benda yang dipegangnya untuk mengeksplorasi benda tersebut.

Kondisi ini menurut pakar psikologi anak merupakan bentuk perkembangan anak yang normal. Ini juga merupakan persiapan agar nanti saat waktunya anak makan, anak bisa lebih mudah mengunyah tanpa banyak melepeh.

Peran Orang Tua Menghadapi Fase Oral Anak?

  1. Orang tua tidak boleh melarang kebiasaan anak bereksplorasi dengan fase oralnya, jika fase oral anak ini tidak terpuaskan pada masanya, maka kematangan psikologis seseorang akan terhambat. Akibatnya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik seperti penuntut, ketus dan sebagainya.
  2. Memastikan tangan anak bersih dan kukunya tidak tajam serta membantu anak mengatur kedalaman tangannya saat masuk.
  3. Beri anak mainan gigit (teether) untuk membuatnya nyaman, pastikan teether terjaga kebersihan dan kesterilannya
  4. Jaga selalu kebersihan lingkungan sekitar anak
  5. Hindari meletakkan benda-benda kecil yang tidak aman disekeliling anak
  6. Memberinya MPASI juga salah satu alternatif anak menjalani fase oralnya.
  7. Beri juga anak makan yang teratur serta camilan sehat di sela waktu makan agar tidak terlalu lapar sehingga ingin memasukkan apapun yang ditemuinya.

Batas Usia Fase Oral

Batas usia mengisap jari direkomendasikan American Academy of Pediatrics sebelum usia 3 tahun.

Apabila bayi mengalami keluhan seperti gangguan pencernaan, gangguan pernafasan dan sebagainya jangan tunda memeriksakan anak bunda langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

 

Referensi

https://lifestyle.kompas.com/read/2008/05/29/09504587/~Kesehatan~Ibu%20dan%20Anak?page=all#:~:text=WAJAR%20kok%2C%20bayi%20mengisap%20jari,mengisap%20jari%20acap%20kali%20dilakukan.

https://www.halodoc.com/artikel/bayi-hobi-isap-jari-ketahui-penyebabnya

https://id.theasianparent.com/bayi-isap-jari


( DOC, PROMKES,RSMH)

×
Tanya Hoesin
Tanya Hoesin

Masukkan nama Anda untuk memulai chat...

IG @rsmhpalembang FB Facebook Web rsmh.co.id