Sering Pingsan Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Penangannya
Sering Pingsan Mendadak? Kenali Penyebab dan Cara Penangannya
Narasumber : Nama Leni Yuspitasari, SKM ( RSMH Palembang)
Pingsan atau yang juga disebut syncope, adalah kondisi hilangnya kesadaran sementara. Dalam satu periode pingsan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau menit.
Pingsan umumnya disebabkan oleh penurunan aliran darah ke otak, namun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti masalah jantung, kejang, gula darah rendah (hipoglikemia), anemia dan masalah pengaturan tekanan darah oleh sistem saraf.
Kebanyakan kasus pingsan tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, mengetahui apa saja penyebab pingsan mendadak sangatlah penting agar dapat melakukan langkah pencegahan serta penanganan yang tepat.
Penyebab pingsan mendadak bisa dikarenakan oleh beberapa hal. Serangan vasovagal atau sinkop yang dimediasi saraf, adalah jenis pingsan yang paling umum terjadi. Biasanya serangan terjadi saat berdiri dan sering didahului oleh sensasi hangat, mual, pusing dan visual "abu-abu".
Jenis pingsan ini paling sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda. Serangan vasovagal terjadi karena tekanan darah turun, sehingga mengurangi sirkulasi ke otak dan menyebabkan hilangnya kesadaran.
Pada beberapa kasus, kemampuan tubuh seseorang dalam mereka mengatur tekanan darah, terutama ketika bergerak terlalu cepat dari posisi berbaring atau duduk ke posisi berdiri atau dikenal hipotensi postural juga berpotensi menyebabkan pingsan. Pingsan jenis ini lebih sering terjadi pada orang tua, orang yang baru saja menderita penyakit berkepanjangan yang membuat mereka terbaring di tempat tidur dan orang yang memiliki tonus otot yang buruk.
Penyebab pingsan mendadak dapat dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya: ketakutan atau trauma emosional, sakit parah, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, gula darah rendah karena diabetes, hiperventilasi, dehidrasi, berdiri dalam satu posisi terlalu lama, berdiri terlalu cepat, aktivitas fisik dalam suhu panas, batuk terlalu keras, mengejan saat buang air besar, mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol, kejang.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun juga meningkatkan kemungkinan Anda mengalami pingsan. Ini termasuk obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, alergi, depresi, dan gangguan kecemasan. Jika memutar kepala ke satu sisi kemudian pingsan, ada kemungkinan sensor di pembuluh darah di leher Anda ekstra sensitif.
Jenis-Jenis Pingsan
Ada beberapa jenis pingsan yang sering terjadi. Mengutip healthline.com, tiga jenis pingsan yang paling umum dan perlu untuk Anda ketahui adalah;
1. Pingsan/Sinkop Vasovagal.
Sinkop vasovagal melibatkan saraf vagus. Hal ini dapat dipicu oleh trauma emosional, stres, melihat darah, atau berdiri untuk jangka waktu yang lama.
2. Pingsan/Sinkop Sinus Karotis.
Jenis pingsan ini terjadi ketika arteri karotis di leher menyempit, biasanya setelah memutar kepala ke satu sisi atau mengenakan kerah yang terlalu ketat.
3. Pingsan/Sinkop Situasional.
Jenis pingsan ini terjadi karena mengejan saat batuk, buang air kecil, buang air besar, atau mengalami masalah pencernaan
Cara Mencegah dan Menangani Pingsan
Jika Anda memiliki riwayat pingsan, cobalah untuk mempelajari apa yang menjadi penyebabnya sehingga Anda dapat menghindari pemicu tersebut. Jangan lupa untuk selalu bangkit atau bangun dengan perlahan dari posisi duduk atau berbaring, ke posisi berdiri.
Jika Anda cenderung mudah pingsan saat melihat darah, saat diambil darahnya, atau selama prosedur medis lainnya, beri tahu dokter Anda saat melakukan pemeriksaan. Mereka dapat mengambil tindakan pencegahan tertentu untuk mencegah Anda pingsan mendadak.
Terakhir, jangan pernah melewatkan waktu makan. Perut yang kosong juga dapat menjadi salah satu Anda pingsan mendadak. Merasa pusing dan lemah dan memiliki sensasi berputar adalah tanda peringatan pingsan
Jika Anda melihat atau merasakan salah satu dari tanda-tanda ini, duduk dan letakkan kepala di antara lutut untuk membantu mengalirkan darah ke otak. Anda juga bisa berbaring untuk menghindari cedera akibat jatuh. Jangan berdiri sampai Anda merasa lebih baik.
Lantas, apa yang harus dilakukan ketika Anda melihat seseorang pingsan? Ketika seseorang di dekat Anda pingsan, Anda dapat mendorong aliran darah ke kepala mereka dengan mengangkat kaki mereka di atas ketinggian jantung. Atau, Anda dapat meminta mereka duduk dengan kepala di antara lutut.
Kendurkan kerah ketat, ikat pinggang, dan pakaian ketat lainnya. Biarkan orang tersebut berbaring atau duduk setidaknya selama 10 hingga 15 menit. Tempatkan mereka di area yang sejuk dan tenang. Minum air dingin juga dapat membantu. Jika orang tersebut tidak bernapas, segera hubungi layanan darurat setempat Anda untuk mendapatkan bantuan medis.
Diagnosis
Dalam beberapa kasus, kondisi pingsan dapat diatasi dengan pertolongan pertama. Namun, menurut Healthline, Anda harus segera menghubungi tenaga medis jika seseorang menunjukan gejala sebagai berikut: Kesulitan atau tidak bernafas, Tidak sadar dalam beberapa menit, Jatuh dan mengalami cedera, Sedang hamil, Menderita diabetes, Lansia, Tidak memiliki riwayat pingsan, Detak jantung yang tidak teratur, Mengeluh nyeri dada, Memiliki riwayat penyakit jantung, Kejang-kejang, Kesulitan bicara atau melihat, Kebingungan, Tidak dapat menggerakkan anggota tubuh, Memiliki bibir atau wajah biru.
Dokter akan memeriksa gejala, menanyakan kemungkinan faktor yang mungkin menyebabkan Anda pingsan, serta melakukan pemeriksaan fisik. Jika Anda dicurigai memiliki kondisi medis tertentu, berikut prosedur yang mungkin akan Anda lakukan, antara lain:
? Tes Darah
Melihat kemungkinan diabetes atau anemia
? Elektrokardiogram (EKG)
Mengukur aktivitas listrik di jantung untuk mengetahui apakah ada masalah jantung yang menyebabkan pingsan
? Ekokardiogram
Menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bergerak dari jantung Anda. Sama dengan EKG, prosedur ini digunakan untuk mengetahui apakah ada masalah jantung
? Elektroensefalografi (EEG)
Memeriksa aktivitas listrik di otak untuk mendeteksi masalah pada sistem saraf
? Holter monitor
Merekam ritme jantung selama 24 jam saat menjalani aktivitas normal
Sumber :
? https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/08/30/130000468/pingsan
Sumber gambar: https://www.merdeka.com/jatim/penyebab-pingsan-mendadak-yang-penting-diketahui-tak-boleh-disepelekan-kln.html
DOC, PROMKES, RSMH

Facebook
rsmh.co.id