Berita

  • Home
  • Berita Detail

Mengenal Bibir Sumbing Pada Anak

  • Inst. Promkes
  • 03/02/2023

Mengenal Bibir Sumbing Pada Anak

Narasumber :  Elsa Savitrie, SKM, M.Kes ( RSMH Palembang)

 

 

 

Bibir sumbing atau cleft palate adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya celah pada bibir. Celah tersebut bisa muncul di tengah, kanan, atau bagian kiri bibir. Bibir sumbing sering kali disertai dengan munculnya celah di langit-langit mulut yang dinamakan langit-langit sumbing.

Penyebab Bibir Sumbing

Bibir sumbing terjadi ketika jaringan yang membentuk bibir janin tidak menyatu secara sempurna. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Ibu dengan keluarga dengan riwayat bibir sumbing lebih berisiko melahirkan bayi yang menderita bibir sumbing. Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi dengan bibir sumbing adalah:

·Terpapar asap rokok selama hamil, baik sebagai perokok aktif maupun pasif

·Mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil

·Mengalami obesitas selama hamil

·Menderita diabetes sebelum hamil

·Mengalami kekurangan asam folat selama kehamilan

·Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti topiramate, asam valproat, kortikosteroid, retinoid, dan methotrexate, selama kehamilan

Pada beberapa kasus, bibir sumbing merupakan gejala dari kelainan bawaan lain, seperti sindrom DiGeorgesindrom Moebius, sindrom Pierre Robin, sindrom Van der Woude, atau sindrom Treacher Collins.

Gejala Bibir Sumbing

Pembentukan bibir terjadi pada usia kehamilan 4–7 minggu, sedangkan langit-langit mulut akan terbentuk di antara minggu ke-6 hingga minggu ke-9. Gangguan pada proses tersebut bisa menyebabkan terbentuknya celah pada bibir atau langit-langit mulut.

Tanda yang umum nampak pada bibir sumbing adalah:

·Celah di bibir bagian atas atau di langit-langit mulut yang bisa terjadi di salah satu sisi atau kedua sisi

·Celah yang terlihat seperti sobekan kecil dari bibir ke gusi atas dan langit-langit mulut hingga ke bawah hidung

·Perubahan bentuk hidung akibat celah yang terbentuk di bibir atau langit-langit mulut

·Gangguan pertumbuhan gigi atau susunan gigi yang tidak teratur

Di samping itu, ada jenis sumbing yang jarang terjadi, yaitu sumbing submukosa. Sumbing ini ditandai dengan munculnya celah di bagian langit-langit mulut yang lunak dan ditutupi lapisan mulut.

Gejala sumbing submukosa yang umum terjadi adalah:

·Sulit menyusu dan makan

·Sulit menelan, bahkan makanan dan minuman bisa keluar kembali dari hidung

·Bicara dengan suara sengau atau terdengar tidak jelas

·Infeksi telinga kronis

Diagnosis Bibir Sumbing

·Bibir sumbing bisa terdeteksi saat bayi lahir sampai 72 jam setelahnya. Jika bayi diduga mengalami bibir sumbing, dokter akan melakukan tanya jawab dengan ibu seputar riwayat kesehatan ibu dan keluarganya, serta obat atau suplemen yang dikonsumsi selama kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

·Bibir sumbing juga dapat terdeteksi selama pemeriksaan kehamilan. Pemeriksaan USG kehamilan yang dilakukan pada minggu ke-18 hingga minggu ke-21 biasanya dapat menunjukkan kelainan pada area wajah janin.

·Jika janin diduga memiliki kelainan pada wajah dan bibir, dokter akan menyarankan ibu hamil untuk menjalani prosedur amniosentesis. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel cairan ketuban guna memastikan apakah bayi juga mengalami kelainan genetik yang dapat menyebabkan bibir sumbing.

Komplikasi Bibir Sumbing

Anak yang memiliki bibir sumbing bila tidak segera ditangani bisa mengalami sejumlah komplikasi, seperti:

·Kesulitan menyusu, makan, dan minum, yang mengakibatkan gangguan tumbuh kembang

·Kesulitan berbicara atau berkomunikasi

·Gangguan pendengaran

·Gangguan pertumbuhan gigi

Pencegahan Bibir Sumbing

Bibir sumbing sulit dicegah karena penyebabnya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, untuk menghindari risiko anak terlahir dengan bibir sumbing, pasangan yang merencanakan kehamilan dapat menjalani skrining genetik terlebih dahulu, terutama bila terdapat riwayat keluarga dengan bibir sumbing.

Selain itu, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menurunkan risiko terjadinya bibir sumbing pada janin, seperti:

·Menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter

·Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

·Mengontrol berat badan dan menjaganya tetap ideal

·Tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol

·Menghindari konsumsi obat dan suplemen tanpa resep dokter

·Berhati-hati dalam memilih produk perawatan kecantikan

Kapan harus ke dokter

Ibu hamil dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Hal ini penting untuk memantau perkembangan janin dan kondisi ibu secara keseluruhan.

Bibir sumbing biasanya akan terdeteksi saat bayi baru lahir. Jika bayi Anda diduga mengalami bibir sumbing, ikuti saran dan terapi yang diberikan oleh dokter, serta lakukan kontrol secara rutin.

Pengobatan Bibir Sumbing

Tujuan pengobatan bibir sumbing adalah untuk memperbaiki kemampuan makan dan minum, berbicara dan mendengar, serta memperbaiki penampilan wajah anak. Metode penanganannya dapat berupa operasi yang dilakukan secara bertahap.

 

Referensi

https://www.alodokter.com/bibir-sumbing

https://www.herminahospitals.com/id/articles/bibir-sumbing-gejala-penyebab-dan-pengobatannya.html

Referensi gambar :

https://aura.tabloidbintang.com/kesehatan/read/133206/selain-genetik-ini-penyebab-bayi-terlahir-dengan-bibir-sumbing

( DOC, PROMKES )